The letters of love (1)

I felt like I found a hidden treasure today. These are some notes, quotes and I don’t even remember I wrote it. I’m sure I took these from some books I read or some songs I listened to. I also have a thought maybe I wrote some, but I think I weren’t that good in writing these beautiful words.

“Kenapa bayangan buruk itu tidak juga mau pergi? Padahal aku sudah berusaha lari dan sembunyi. 

Seperti pisau yang menancap di dada dan tak bisa dicabut lagi. Luka yang begitu dalam, tapi kenapa aku tidak mati?

Aku ingin bebas dari semua kenangan buruk itu. Aku ingin terbang. Melayang dan menghilang. Tapi mampukah aku dengan luka ini?

Sudah ada marah dan kesedihan di menu hari ini. Aku bosan mengeluh, Tuhan. Tidakkah Engkau juga bosan mendengar keluhanku?

Ada yang hilang ketika kau hilang, hatiku.. jiwaku. Ada yang pergi ketika kamu pergi, senyumku.. tawaku.

Hidupku ikut hilang bersamamu. Cintaku ikut pergi bersamamu. Sementara aku masih disini. Mencoba tegak berdiri. Tanpamu.

Diantara semua kesedihan yang menutup separuh hatiku, kau selipkan juga kebahagiaan kecil yang tak terduga.

Seperti gerimis di hidupku yang sudah lama mengering. Kesedihan yang tak pernah membiarkan kebahagiaan datang sendirian ke dalam hidup manusia. Padahal seringkali kita tak punya cukup persediaan untuk menjamunya secara bersamaan.

Begitu banyak rasa sakit dan kehilangan di dalam hidupku. Padahal hidup terlalu singkat buat semua rasa itu.
Beruntunglah manusia yang tahu apa yang mereka cari, dan di beri waktu cukup untuk mencari karena aku tidak punya cukup waktu untuk itu, bahkan untuk sekadar mencari apa yang aku cari.

Ada dua hal besar dalam hidup ini. Cinta dan kematian. Ketika kita siap menerima keduanya, berarti kita siap menghadapi apa saja.”


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *